WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Rabu, 11 April 2012

Grade Air Laboratorium


Berbagai kontaminan dan kotoran ada didalam air. Air yang ada di alam adalah air yang telah memiliki kotoran seperti mikroorganisme, partikulat, padatan terionisasi atau non-terionisasi terlarut dan gas serta endotoksin, pirogen, dll. Air yang dipakai di laboratorium haruslah air yang bebas dari senyawa senyawa pengganggu. meskipun aplikasi dan methode Analisa menuntut kemurnian yang berbeda.  Secara garis besar, ada tiga nilai yang berbeda dari air laboratorium (empat menggunakan standar laboratorium untuk air seperti yang didefinisikan oleh American Society for Testing dan Material). Nilai ini air laboratorium yang ditunjuk sebagai tipe satu sampai empat.


Tipe I adalah tingkat air yang hamper tidak mengandung partikel, bakteri dan mikroorganisme lainnya, karbon organik (diukur dalam hal karbon organik total atau TOC), endotoksin, pirogen dan kontaminan lainnya. Air grade ini biasanya diproduksi dengan terlebih dahulu dimurnikan melalui deionisasi, distilasi atau osmosis sebelum menjalani pemurnian lebih lanjut. Kelas ini juga disebut sebagai air kelas analitis dan digunakan untuk aplikasi termasuk fertilisasi in vitro, HPLC,ICP MS, LCMSMS,  kromatografi ion dan kultur jaringan.

Tipe II adalah tipe air yang memiliki nilai koloid yang sangat rendah, kotoran organik dan anorganik; biasa digunakan untuk  analisis  jejak, spektrometri serapan atom dan aplikasi analisis lainnya yang menuntut sensitivitas tingkat tinggi kemurnian air. Tipe II air dapat diproduksi dengan memurnikan air minum (seperti air keran) dengan menggunakan reverse osmosis bersama dengan destilasi, pertukaran ion atau distilasi ganda.

Tipe III
adalah tipe air yang mempunyai tingkat kontaminan rendah  serta tingkat konduktivitas yang cocok untuk analisa rutin. Biasa digunakan untuk membuat reagent dan larutan buffer.air tipe ini juga bisa digunakan untuk  menyiapkan media untuk kultur sel. Tipe III air dapat diproduksi melalui peralatan pemurnian air yang tersedia secara komersial yang menggunakan beberapa metode pemurnian yang berbeda atau dengan distilasi ganda.

air yang digunakan untuk analisa laboratorium dapat dihasilkan dengan sejumlah metode: Filtrasi teknologi termasuk reverse osmosis, nanofiltrasi, ultrafiltrasi, mikrofiltrasi dan filtrasi partikel semua dapat digunakan untuk menghilangkan partikulat dan kontaminan lainnya untuk menghasilkan air yang  murni sehingga dapat  digunakan di laboratorium.
Radiasi UV berguna untuk menghilangkan bakteri dan mikroorganisme lainnya dalam air,. Sinar UV sering digunakan bersama dengan filtrasi atau metode pemurnian lainnya untuk menghasilkan air laboratorium, seperti distilasi, deionisasi dan filtrasi karbon aktif adsorpsi.

Bahkan untuk membilas dan mencuci
peralatan laboratorium, air yang yang digunakan juga harus mempunyai grade yang bagus. Untuk aplikasi yang sensitif, air yang digunakan harus dimurnikan untuk menghilangkan kemungkinan kontaminasi atau reaksi yang dapat mempengaruhi hasil dari sebuah proses dan membuat hasil tidak dapat diandalkan. Bahkan kontaminasi kecil  dapat memiliki efek serius, itulah kenapa kemurnian air yang digunakan di laboratorium harus dijaga dan diperhatikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar