WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.
Tampilkan postingan dengan label PIK (proses Industri Kecil). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PIK (proses Industri Kecil). Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Kecap tempe gembus

Bahan
  • tempe gembus
  • Garam.
  • Bumbu-bumbu.
  • Tapioka.
Peralatan
  • Wadah perendam.
  • Pengukus
  • Wadah fermentasi.
  • Tampah
  • Kompor
  • Kain penyaring
  • Botol
  • Alat penutup botol.
Cara Pembuatan
  • Penjemuran tempe gembus. Tempe gembus dipotong-potong 0,5 x 0,5 x 0,5 cm, kemudian dijemur atau dikeringkandengan alat pengering sampai kering (kadar air dibawah 12 %).
  • Penyiapan larutan garam 20%. Untuk mendapatkan 1 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut. Garam sebanyak 200 gram ditambah dengan air sedikit demi sedikit sambil diaduk, sampai volumenya menjadi 1 liter.
  • Fermentasi garam. Butiran tempe yang telah kering dimasukkan ke dalam larutan garam. Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam. Perendaman dilakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah dipindahkan ke udara terbuka , dan penutup wadah dibuka.
  • Ekstraksi kecap mentah. Hasil fermentasi disaring dengan kain saring. Ampas diperas dengan kain saring atau dipres dengan mesin pres. Cairan kental hasil penyaringan dan pemerasan/ pres disatukan. Cairan ini disebut dengan kecap mentah. Selanjutnya kecap mentah ditambah dengan air. Tiap 1 liter kecap mentah ditambah dengan 1 liter air.
  • Penyiapan bumbu.
  • Keluwak, dan lengkuas digiling sampai halus,
  • Gula merah disayat, kemudian digiling sampai halus, dan
  • Sereh dipukul-pukul sampai memar.
  • Pembumbuan dan pemasakan kecap manis. Cairan kecap dipindahkan ke panci, kemudian ditambahkan keluwak, lengkuas, sereh, daun salam. Kecap dipanaskan sampai mendidih. Kecap yang masih panas disaring dengan kain saring. Bahan-bahan yang tertinggal di kain saring dibuang. Setelah itu, kecap ditambah dengan gula merah diaduk-aduk sampai seluruh gula larut. Setiap 1 liter kecap ditambh dengan 750 gram gula merah. Kecap ini disaring kembali.
  • Pengentalan. Kecap yang telah dingin ditambah dengan tepung tapioka. Setiap 1 liter kecap ditambah dengan 20 gram tapioka dan diaduk sampai rata. Setelah itu kecap ini dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk- aduk.
  • Penambahan pengawet. Sebelum kecap diangkat dari api, natrium benzoate ditambahkan sebanyak 1 gram untuk setiap 1 liter kecap.
  • Pembotolan. Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.

Krupuk Ampas Tahu

pembuatan kerupuk ampas tahu mudah dilakukan. Dalam pembuatan kerupuk ampas tahu, bahan pencampur yang digunakan adalah tepung tapioka sebagai pengikat ampas dan bumbu yang di gunakan adalah soda kue, pemutih makanan, garam, penyedap kaldu, monosodium glutamat, bawang putih dan ketumbar.
Untuk lebih lengkapnya berikut ini disampaikan resep pengolahannya:
Alat:
  • Baskom
  • Pengukus
  • Pengaduk
  • Kompor
  • Penggorengan
  • loyang
  • tampah
Bahan :
  • 1500 gr ampas tahu yang sudah dipress
  • 20 gr pemutih makanan
  • 20 gr soda kue
  • 15 gr garam
  • 2 bks penyedap kaldu
  • 5 gr monosodium glutamat
  • 25 gr bawang putih (dihaluskan)
  • 2 sdt ketumbar(dihaluskan)
    600 gr tepung tapioka
Cara Membuat :
  • Campurkan Ampas tahu + pemutih makanan.
  • Tambahkan bahan yang lain
  • Tambahkan tepung tapioka, campur dan diuleni.
  • Cetak dan padatkan pada loyang.
  • Lepaskan dari loyang, kukus sampai masak (1 – 2 jam).
  • Angin-anginkan sampai keras 3-5 hari dan iris tipis-tipis kemudian dikeringkan.
  • Goreng dalam minyak panas.

Selasa, 24 Juli 2012

PEMBUATAN NATA DE SOYA



BAHAN DAN ALAT
Bahan baku utama      :
o   Air limbah (whey) tahu (1 liter)
o   Gula pasir (50 gram)

Bahan-bahan lain        :
o   Asam cuka biang (asam asetat glasial 10 ml)
o   Bibit nata (100-150 ml bibit cair)
o   Urea (2 gram)
o   Diamonium fosfat (4 gram)
o   Sirup pekat (30% gula) secukupnya
o   Botol jar atau kantong plastik untuk mengkemas nata
o   Etiket

Peralatan         :
o   Jerigen (untuk menampung whey tahu)
o   Ember plastik (untuk persiapan dan merendam nata mentah)
o   Stoples gelas (keler) atau wadah plastik (untuk proses fermentasi pembuatan nata)
o   Timbangan (untuk menimbang bahan-bahan dan nata)
o   Gelas ukur (untuk menukar cuka atau asam asetat)
o   Panci email (untuk merebus nata dan sirup)
o   Pisau tahan karat (untuk memotong-motong nata)
o   Kompor

PROSES PEMBUATAN
1.      Air limbah tahu (whey tahu) yang masih segar disaring, dimasukkan ke dalam panci email, ditambah gula pasir, urea dan fosfat, kemudian didihkan selama 15 menit.
2.      Tambahkan asam asetat dan aduk merata.
3.      Masukkan campuran ke dalam stoples gelas (keler) dengan ketinggian cairan 1,5-2 cm, kemudian keler ditutup dengan kain atau kertas yang bersih, dan dinginkan kemudian tambahkan bibit nata cair. Keler ditutup dan disimpan di tempat yang aman dan dibiarkan selama 10-12 hari.
Catatan            :
Selama penyimpanan, stoples (keler) tidak boleh diganggu atau digoyang karena lapisan nata selama penyimpanan akan terbentuk. Setelah 10-12 hari atau setelah lapisan nata mencapai ketebalan 1,5-2 cm, lapisan nata diangkat atau dipanen.
4.      Lapisan nata dipotong-potong berbentuk kubus dengan ukuran sesuai permintaan, kemudian direndam dalam air bersih selama 3 hari untuk menghilangkan asamnya. Air rendaman harus diganti tiap hari. Potongan nata kemudian direbus berulang-ulang (air rebusan diganti-ganti) sampai rasa asamnya hilang. Selanjutnya potongan-potongan nata dicampur dengan sirup pekat yang telah ditambahkan bahan penyedap seperti vanilli, dan sebagainya.
5.      Nata dalam sirup selanjutnya dikemas dalam botol jer atau kantong plastik, kemudian ditutup rapat. Supaya nata dapat tahan lama, untuk nata dalam botol setelah ditutup harus direbus. Sedangkan untuk nata dalam kantong plastik perlu ditambahkan bahan pengawet natrium benzoate ke dalam sirupnya (maksimum 1 g/liter sirup)

BOD (biological oxygen demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand)

Chemical Oxygen Demand ( COD) COD atau kebutuhan oksigen kimia adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat org...