WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Sabtu, 28 April 2012

ICP (inductively couple plasma) OES

Seiring semakin pedulinya pencemaran terhadap lingkungan terutama pencemaran logam, maka analisa senyawa logam semakin dibutuhkan. Untuk itu kecepatan hasil analisa dibutuhkan. AAS sebenarnya mampu digunakan untuk pmbacaan senyawa inorganic. Sayangnya AAS membutuhkan waktu yang lebih lama dalam analisa multi elemen karena harus mengganti lampu yang spesifik untuk salah satu senyawa. Missal untuk menganalisa tembaga digunakan lampu tembaga.
Inductively couple plasma adalah alat yang dapat mendeteksi senyawa senyawa logam dengan pembakaran menggunakan plasma. Plasma yang dihasilkan dari gas argon akan membakar sampel yang telah ternebulasi sehingga terjadi atomisasi dilanjutkan dengan ionisasi. Electron yang tereksitasi kemudian kembali lagi/beremisi dan mengeluarkan energy cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik di setiap senyawa logam. Sistem pembacaan yang multi element memudahkan bagi analisa untuk mempercepat keluarnya hasil.
ICP dapat digunakan dalam analisis kuantitatif untuk jenis sampel bahan-bahan alam seperti batu, mineral, tanah, endapan udara, air, dan jaringan tanaman dan hewan, mineralogi, pertanian, kehutanan, peternakan, kimia ekologi, ilmu lingkungan dan industri makanan, termasuk pemurnian dan distribusi anlisa elemen air yang tidak mudah dikenali oleh AAS seperti Sulfur, boraks, fosfor, Titanium, dan Zirconium

Prinsip Kerja ICP-OES
 Proses ini terjadi oleh Plasma yang dilengkapi dengan tabung konsentris yang disebut torch, paling sering dibuat dari quartz. Torch ini terletak di dalam water-cooled coil of a radio frequency (r.f.) generator. Gas yang mengalir ke dalam Torch diaktifkan dan gas di coil region menghasilkan electrically conductive. Ini sama seperti prinsip kerja radio frekwensi pada antenna.
Pembentukan induksi plasma sangat bergantung pada kekuatan magnetic field dan pola yang mengikuti aliran gas. Gas argon di pantik dengan tesla. Setelah plasma menyala, tesla mati kembali. Perawatan plasma biasanya dengan inductive heating dari gas mengalir. Induksi dari magnetic field yang yang menghasilkan frekuensi tinggi annular arus listrik di dalam konduktor. Yang mengakibatkan pemanasan dari konduktor akibat dari ohmic resistance. Suhu yang dihasilkan dari plasma berkisar 7000 K. 
Untuk mencegah kemungkinan short-circuiting serta meltdown, plasma harus diisolasi dari lingkungan instrumen. Isolasi dapat dilakukan dengan aliran gas-gas melalui sistem. Tiga aliran gas melalui sistem – outer gas, intermediate gas, dan inner atau carrier gas. outer gas biasanya gas Argon atau Nitrogen. Outer gas berfungsi untuk mempertahankan plasma, menjaga posisi plasma, dan osilasi panas plasma dari luar torch. Argon umumnya digunakan untuk intermediate gas dan inner atau carrier gas. Fungsi carrier gas adalah untuk membawa sampel ke plasma.
Sampel yang akan dianalisis harus dalam larutan. Untuk sampel padatan diperlukan preparasi sampel dengan proses digestion pada umumnya dengan acid digestion. Peristaltik pump mendorong sample masuk ke nenulizer. Nebulizer berfungsi untuk mengubah larutan sampel menjadi erosol. Gas yang digunakan untuk mengkabutkan biasanya adlah gas argon. Spraying dari nebulizer kemudian di ionisasi di dalam plasma.
 Energy yang kuat dari plasma mengeksitasi electron dari senyawa ke orbital terluar. Setelah itu diemisikan kembali dan melepaskan energy cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik.  Cahaya emisi oleh atom suatu unsur pada ICP harus dikonversi ke suatu sinyal listrik yang dapat diukur banyaknya. ini diperoleh dengan mengubah cahaya tersebut ke dalam komponen radiasi (hampir selalu dengan cara difraksi kisi) dan kemudian mengukur intensitas cahaya dengan photomultiplier tube pada panjang gelombang spesifik untuk setiap elemen. Cahaya emitted oleh atom atau ions dalam ICP dikonversikan ke sinyal listrik oleh photomultiplier dalam spectrometer. Intensitas dari sinyal dibandingkan intensitas standard yang diketahui konsentrasinya yang telah diukur sebelumnya. Beberapa elemen memiliki lebih dari satu wavelengths spesifik dalam spektrum yang dapat digunakan untuk analisis. Dengan demikian, pilihan wavelength yang paling sesuai sangat mempengaruhi akurasi
Keuntungan dari ICP dengan kemampuan mengidentifikasi dan mengukur semua elemen yang diukur dengan bersamaan, ICP  kemampuan deteksi pada umumnya rendah untuk sebagian besar elemen khas dengan rentang dari 1 – 100 mg / L. ICP menyelesaikan pembacaan  berbagai elemen yang dianalisis dapat dilakukan dalam jangka waktu yang singkat dan hanya menggunakan ±5 ml sampel. Walaupun secara teori, semua unsur kecuali Argon dapat ditentukan menggunakan ICP,namun beberapa unsur tidak stabil memerlukan fasilitas khusus untuk menanganinya. Selain itu, ICP memiliki kesulitan menangani analisis senyawa halogens, optik khusus untuk transmisi wavelengths diperlukan.
ICP OES dapat diturunkan limit deteksinya jika menggunakan metode hydride. Untuuk senyawaan trace metal terkadang dibutuhkan limit deteksi yang cukup rendah. Metode ini dapat pula digunakan.

2 komentar:

  1. Keren gan..
    mampir ya ke blog ane www.farhanalis.blogspot.com
    Komen yah hehe follow juga

    BalasHapus
  2. Sangat membantu blognya, makasih banyaaak :D

    BalasHapus