WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Senin, 02 April 2012

Residu Antibiotik di Produk Perikanan


Penggunaan antibiotika di bidang perikanan khususnya budidaya telah dilarang oleh pemerintah dan internasional karena dapat menimbulkan masalah kesehatan akibat residu antibiotika yang terkandung dalam produk perikanan. Sehingga ditetapkan suatu persyaratan oleh pasar internasional terhadap produk-produk perikanan yang akan diekspor yakni wajib dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan (Health Certificate. Produk yang diujikan sangat bervariasi, antara lain komoditas udang, ikan, katak, kepiting, kerang dan produk kering lainnya seperti kerupuk, teripang kering, ikan kering dan telur ikan. Pengujian dilakukan secara  kimiawi yang terdiri dari terdiri dari beberapa jenis pengujian antara lain, pengujian kadar air, kadar garam, logam-logam berat (merkuri (Hg), timbal (Pb), dan tembaga (Cd), malachite green, histamin, protein, dan antibiotika.
 jenis antibiotika yang diujikan antara lain, kloramfenikol, nitrofuran (AOZ, AMOZ), tetrasiklin dan derivatnya (oksitetrasiklin dan klortetrasiklin). Pengujian antibiotika tersebut dilakukan dengan dua metode yang berbeda yaitu Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) menggunakan detector MSMS. Keduanya bisa digunakan  untuk menguji kloramfenikol, nitrofuran (AOZ, AMOZ, AHD,SEM) dan tetracycline (DCT,TC,OTC,CTC), Dari pengujian residu antibiotika (kloramfenikol, nitrofuran, tetrasiklin dan derivatnya) yang telah dilakukan terhadap produk-produk perikanan yang akan diekspor, diperoleh hasil bahwa produk perikanan tersebut layak mendapatkan Sertifikat Kesehatan dan dapat diekspor karena kandungan residu antibiotikanya di bawah batas maksimum yang ditetapkan yaitu 0.3 µg/kg untuk kloramfenikol, 1 µg/kg untuk nitrofuran (AOZ, AMOZ,SEM,AHD) dan 100 µg/kg untuk tetrasiklin dan derivatnya (DCT,TC,OTC,CTC).

 


 

                      Klorampenicol


Doksisiklin
                                                                                                               















Tetrasiklin

 



 oksitetrasiklin



Klortetrasiklin

 

Pengujian Nitrofuran dapat dilakukan dengan LCMSMS sebagai derivatnya karena massa dari senyawa golongan nitrofuran kecil sehingga harus diderivat dengan 2-NBA menjadi 2-NP. Untuk klorampenikol dapat diukur dengan LCMSMS menggunakan internal standar CAP-d5. sementara tetrasiklin group bisa diukur menggunakan HPLC atau dengan LCMSMS.
untuk regulasi analit yang di ijinkan dan di banned  dapat dilihat di EU legislation on monitoring of residues and contaminants in food of animal origin

semoga bermanfaaat ....


1 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan antibiotika powder untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus