WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Rabu, 23 Mei 2012

Fakta Nutrisi dan Angka Kecukupan Gizi


Dalam produk pangan kemasan biasanya di berikan informasi tentang fakta nutrisi yang berisi tentang informasi dari kandungan gizi produk tersebut.
UU no 7 tahun 1996 tentang pangan mengatur tentang pelabelan nilai ntrisi harus benar. Produk pangan tidak dideskripsikan secara menyesatkan. Artinya dalam isinya, label nutrisi memuat informasi yang benar dan jelas. Tidak ambigu dan tidak menyesatkan yang mengakibatkan konsumen memliki interpretasi yang berbeda tentang kandungan dari produk tersebut.


Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tetang Label dan Iklan Pangan ditetapkan bahwa sejumlah informasi tertentu merupakan keterangan minimal yang wajib dicantumkan pada setiap label pangan misalnya nama produk, berat bersih, nama dan alamat perusahaan dan lain-lain. Namun terdapat informasi lain yang dapat dicantumkan secara sukarela atau dapat menjadi wajib pada pangan tertentu, salah satunya adalah informasi nilai gizi.
           Pencantuman label pada barang pengaturannya dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan No.62/M-DAG/PER/12/2009 tentang Kewajiban Pencantuman Label Pada Barang (Permendag No. 62/M-DAG/PER/12/2009). Sedangkan pengaturan mengenai label pangan diatur dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan (UU Pangan) yang  mengariskan bahwa label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada atau merupakan bagian kemasan pangan. Bagi setiap orang yang memproduksi atau memasukan ke dalam wilayah Indonesia pangan yang dikemas untuk diperdagangkan, wajib mencantumkan label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan, yang sekurang-kurangnya memuat:
a.nama produk;
b.daftar bahan yang digunakan;
c.berat bersih atau isi bersih;
d.nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukan pangan ke dalam wilayah Indonesia;
e.keterangan tentang halal;
f.tanggal, bulan dan tahun kadaluwarsa.

            Adapun Ketentuan Pencantuman Informasi Nilai Gizi adalah sebagai berikut :
1.     Informasi yang wajib dicantumkan :
·       Takaran saji adalah jumlah produk pangan yang biasa dikonsumsi dalam satu kali makan, dinyatakan dalam ukuran rumah tangga yang sesuia untuk produk pangan tersebut. Ukuran rumah tangga meliputo antara lain sendok teh, sendok makan, sendok takar, gelas, botol, kaleng, sachet, dll  dan harus diikuti dengan jumlah dalam satuan metric (mg, g, ml).
·      Jumlah saji per kemasan menunjukkan jumlah takaran saji yang terdapat dalam satu kemasan pangan.
·      Catatan kaki merupakan informasi yang menerangkan bahwa persentase AKG yang ditunjukkan dalam Informasi Nilai Gizi dihitung berdasarkan kebutuhan energy 2000 kkal. Catatan kaki tidak perlu dicantumkan untuk pangan yang ditujukan bagi anak berusia 6-24 bulan dan pangan yang ditujukan bagi anak berusia 2-5 tahun.



2.      Zat gizi yang diwajibkan dicantumkan :
·         Energi total, dinyatakan dalam gram dan presentase AKG.
·         Lemak total, dinyatakan dalam gram dan presentase AKG.
·         Protein, dinyatakan dalam gram dan presentase AKG.
·         Karbohidrat total, dinyatakan dalam gram dan presentase AKG.
·         Kalori, dinyatakan dalam kkal

Menurut peraturan BPOM no HK.00.05.5.1142 tahun 2003 AKG untuk acuan pelabelan pangan dapat dilihat pada tabel dibawah ini