WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Rabu, 09 April 2014

Phthalate dan Bahayanya



Banyak sekali barang-barang yang terbuat dari plastik dan mengandung bahan kimia tertentu. Peneliti menemukan zat kimia yang terdapat dalam plastik bisa mengubah otak bayi laki-laki menjadi lebih feminin.
Peneliti dari University of Rochester New York mengungkapkan bahwa laki-laki yang terkena paparan zat kimia dari plastik sejak dalam rahim cenderung tidak menyukai mainan laki-laki seperti mobil atau robot. Temuan ini telah dilaporkan dalam International Journal of Andrology.
Zat ftalat yang ditemukan dalam barang-barang plastik ini memiliki kemampuan untuk mengganggu hormon dan sebenarnya penggunaannya telah dilarang di Uni Eropa beberapa tahun lalu. Namun, sampai saat ini masih banyak ditemukan barang-barang rumah tangga yang mengandung ftalat.
Ftalat adalah keluarga bahan kimia yang sangat umum digunakan dalam berbagai produk, dari mainan anak-anak, plastik2 keras atau polivinil klorida (PVC atau vinil), kosmetik2 tertentu, finishing kayu sampai kantong2 cairan infus.
Jejak2 bahan kimia ini telah ditemukan pada manusia dan kekhawatiran tentang kemungkinan efek yang merugikan kesehatan mereka, terutama relatif terhadap kanker, telah mendorong Pusat untuk Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (Centers for Diseases Control and Prevention ) di Amerika Serikat dan lembaga2 kesehatan lainnya di seluruh dunia untuk melakukan studi tentang ftalat dan bahan2 kimia yang terkait.
Ester ftalat adalah plastisiser cair, yang mirip minyak sayur, digunakan sebagai pelunak dalam pembuatan plastik yang lentur sehingga mereka dapat dicetak atau dibentuk menjadi barang2 yang berguna. Ftalat juga digunakan dalam bahan bakar roket, bahan2 lantai, isolasi pada kabel dan pengkabelan di rumah atau di mobil, jok mobil, cat, lem, hair spray, penangkis2 serangga, cat kuku, kulit2 sintetis, tirai2 mandi, dan dalam banyak produk2 vinil kita semua gunakan sehari-hari.
Para ahli menemukan dua jenis ftalat yaitu DEHP (Dietilheksil ftalat) dan DBP (Dibutil ftalat) dapat mempengaruhi perilaku bermain anak. Elizabeth Salter-Dreen, direktur kampanye CHEM Trust mengungkapkan bahwa hasil ini sangat mengkhawatirkan.

 Di-Buthyl Phthalate


diungkapkan bahwa ada banyak ftalat yang masih digunakan dan dua jenis ftalat tersebut memiliki potensi bahaya dan sebaiknya penggunaannya harus diawasi ketat atau bahkan dilarang. DBP sendiri telah dilarang penggunaanya dalam produk kosmetik sejak tahun 2005 lalu di Negara Uni Eropa.
Masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memilih berbagai perabotan rumah tangga ataupun mainan untuk anaknya, hindari peralatan yang mengandung bahan kimia berbahaya dan jangan biarkan anak menggigit atau memasukkan barang-barang ke dalam mulutnya.

Analisa Phthalate
Analisa Phthalates dapat dilakukan dengan instrumen GC-MS, atau LC- MS. Prinsip kerjanya yaitu sample diekstrak menggunakan solvent organik (kerena Phthalate larut dalam solvent organik), dan di inject dalam GC-MS atau LC-MS.
sampel dianalisa berdasarkan massanya sehingga didapatkan konsentrasi dari analit yang kita inginkan.



  



*Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar