WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Selasa, 17 April 2012

HPLC


Kromatografi merupakan teknik pemisahan zat-zat terlarut oleh perbedaan kecepatan elusi, dikarenakan senyawa ini melewati suatu kolom kromatografi. Awal mula kromatografi adalah penemuan kromatografi kolom dan kromatografi kertas yang dibuat dengan mengelusikan solvent dengan fase diam kertas pada kromatografi kertas dan silica pada kromatografi kolom. Analisa ini bisa dijadikan analisa kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya analit yang kita identifikasi. Lebih lanjut untuk kromatofrafi kolom dapat dianalisa kadarnya dengan menggunakan spectrofotometri. Namun sekarang metode ini sudah ditinggalkan karena sangat repot dan membutuhkan waktu yang relative lama. 

gambar kromatografi kolom                                                                gambar kromatografi kertas

Seiring berjalannya waktu pengembangan kromatografi semakin pesat. Sehingga sekarang kita mengenal alat instrument berbasis kromatografi seperti GC dan HPLC. Keduanya terbukti mampu mengcover hamper sebagian besar analisa senyawa organic. Penggunaan keduanya sangat luas di berbagai industry dari mulai oil, gas, farmasi, hingga ke produk makanan.  Detector yang dapat digunakan pun sudah sanyak, yang paling awam adalah detector flueresense dan detector UV vis / DAD. Zat-zat dengan kepolaran berbeda, yaitu antara sedikit polar sampai polar dapat dipisahkan dengan HPLC berdasarkan partisi cair-cair. Asam-asam nukleat dapat dipisahkan dengan kolom penukar ion yang dikombinasikan dengan kolom butiran berlapiskan zat berpori. Pemakaian HPLC pada kromatografi eksklusi dilakukan dengan kolom panjang, tujuan utama kerjanya tetap sama yaitu penentuan berat molekul polimer dan masalah-masalah biokimia. Pada umumnya teknik ini dapat digunakan pada setiap metode kolom kromatografi
 Kromatografi cair kinerja tinggi berdasar fasenya dapat dibedakan menjadi fase normal dan terbalik. Fase normal menggunakan fase diam yang polar dan fase gerak non polar. Fase terbalik menggunakan fase diam non polar dan fase gerak polar. Fase normal jarang digunakan karena jauh lebih mahal cost analisanya. Disamping itu kolom sangat rentan sehingga akan lebih cepat rusak.

Komponen HPLC


Injektor
Pada mulanya HPLC menggunakan injector manual dengan syringe yang diinjeksikan oleh operator dan di atur volumenya oleh loop. Resiko kesalahan metode manual ini cukup besar. Seringkali operator baru sulit untuk mendapatkan hasil replikat yang bagus karena harus menperhatikan gelembung yang kemungkinan ada di syringe, kecepatan injeksi,dll
System injector sekarang sudah otomatis. Ini memungkinkan untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten. Alat yang mengatur pengambilan sample sehingga galat dari analisa dapat ditekan. Per periode injector harus dikalibrasi untuk mengecek kehandalan dari alat tersebut.
Pompa
Alat ini sangat penting pada system HPLC karena berpengaruh pada kestabilan waktu retensi dan pemisahan yang tajam antar peak kromatogram. Titik kritis dari pompa adalah kekontinyuan dari pompa. Jika pompa alirannya tersendat sendat akan mengakibatkan pemisahan yang tidak sempurna. Saat ini yang digunakan adalah pompa piston. Pengaturan dan pencampuran dari fase gerak dilakukan di kolom mixing.  

kolom
ini adalah bagian utama dari HPLC. Fase diam yang akan digunakan untuk memisahkan senyawa senyawa yang akan dianalisa. Selama ini sudah dikenal berbagai macam kolom, dari non polar, polar, penukar ion dan Perkembangan terbaru dari kolom HPLC adalah kolom HILIC (Hydrofilic Lipofilic Column) kolom ini bisa digunakan untuk senyawa yang suka air(polar) dan suka lipid (non polar). Aplikasi yang sudah digunakan adalah untuk analisa melamine dalam feed.
 



Detektor
Detektor adalah alat yang akan mendeteksi sinyal sinyal keberadaan analit. Yang paling lazim digunakan adalah detektor fluorosense dan DAD (diode array detektor), yang paling mutakhir adalah detektor MS namun tidak akan dibahas disini.
Detektor DAD bekerja pada panjang gelombang yang sangat lebar pada area UV-Vis. Hampir semua senyawa dapat dideteksi dengan detektor ini karena range wavelength yang lebar. Keunggulan lainnya, DAD dapat sebagai pengkonfirmasi dari hasil yagn dilakukan di instrumen lain semisal GC MS. DAD digunakan untuk melihat spektrum dari suatu senyawa karena tiap senyawa mempunyai specrum yang berbeda. Kelemahan detektor ini bekerja pada level ppm dan untuk senyawa senyawa seperti melamine hasil yang diperoleh kurang valid.
Detektor fluorosense dapat digunakan untuk senyawa yang dapat berpendar fluorosense. Aplikasi yang saat ini digunakn antara lain untuk penetapan Aflatoksin, Ocratoksin, dll. Keunggulan dari detektor ini adalah mempunyai limit deteksi di level ppb. Ini memungkinkan untuk penentuan senyawa senyawa sekelumit.  

Kegunaan HPLC
-Untuk pemisahan sejumlah senyawa organik, anorganik, maupun senyawa biologis
-Analisis ketidakmurnian (impurities)
-Analisis senyawa-senyawa tidak mudah menguap (non-volatil)
-Penentuan molekul-molekul netral, ionic, maupun zwitter ion
-Isolasi dan pemurnian senyawa
-Pemisahan senyawa-senyawa yang strukturnya hampir sama.
-Pemisahan senyawa-senyawa dalam jumlah sedikit (trace elements), dalam jumlah banyak dan dalam skala proses industri. 










1 komentar:

  1. waaah post nya sangat membantu dan informatif sekali. saya sedang penelitian dan membutuhkan hplc dad, namun kesulitan menemukan alat ini. apakah bapak tau dimana laboratorium yang mempunyai hplc dad? terima kasih, saya sangat menuggu respon nya.

    BalasHapus