WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Minggu, 01 April 2012

Okratoksin A




            Okratoksin A berupa senyawa kristalin tidak berwarna dengan titik leleh 168°C yang larut dalam kloroform, metanol, asetonitril, dan natrium bikarbonat cair. Okratoksin A mempunyai rumus kimia C20H18ClNO6.

Okratoksin A (OTA) merupakan jenis mikotoksin yang banyak mengkontaminasi komoditas pertanian. Senyawa ini diketahui pertama kali di Afrika Selatan pada tahun 1965 yang diproduksi oleh kapang Aspergillus ochraceus. Selanjutnya diketahui juga dihasilkan oleh Penicillium viridicatum (terdapat di daerah subtropis), Aspergillus carbonarius (terdapat di daerah tropis)  dan   penicillium verruosum (SNI, 2007).

Konsentrasi okratoksin A yang sering ditemukan berkisar dibawah 50 mcg/kg. Senyawa ini terdapat pada produk seperti kopi, bir buah kering, wine (anggur), kakao dan kacang-kacangan. Keberadaan Okratoksin A juga ditemukan selama proses pembuatan bir, roti, sereal, dan pengolahan kopi. Jika produk pangan tersebut disimpan dengan cara tidak layak maka konsentrasi okratoksin A dapat bertambah. Batas maksimum okratoksin A dalam pangan yang diperbolehkan dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Batas Maksimum Kandungan Okratoksin A dalam Pangan
No.
Jenis Pangan
Batas Maksimum (ppb)
1
Serealia (padi, jagung, sorgum, gandum)
5
2
Produk olahan serealia sebagai bahan baku
5
3
Produk olahan serealia siap konsumsi
3
4
Buah anggur kering
10
5
Sari buah anggur
2
6
Kopi sangrai
5
7
Kopi instan
10
8
Bir
0,2
Sumber : SNI, 2007
Studi toksisitas mengindikasikan bahwa nilai LD50 secara oral pada mencit 46-58 mg/kg BB; pada tikus 20-30mg/kg BB; anak tikus 3,9 mg/kg BB; babi 1 mg/kg BB; anak itik 3,5 mg/kg BB dan  ayam 3,3 mg/kg BB (SNI,2007).
Okratoksin A merupakan senyawa yang bersifat teratogenik, mutagenik, dan karsinogenik. Selain itu, bisa menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan untuk sejumlah spesies mamalia. Senyawa ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan terutama pada ginjal karena zat tersebut yang masuk ke dalam tubuh (saluran pencernaan) didistribusikan oleh darah terutama ke ginjal. Konsentrasi yang rendah ditemukan pada hati, otot, dan lemak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar