WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Minggu, 01 April 2012

Vitamin A


            Kita pasti mengenal yang namanya vitamin A. Tidak hanya  dalam ilmu gizi, orang awam pun sudah tahu tentang vitamin ini. memang vitamin A sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat.
            Khasiat dari vitamin A ini juga sudah banyak yang tahu. Dari mulai dapat menyehatkan mata, sampai pada memperkuat daya tahan tubuh dan membantu pertumbuhan jaringan tubuh.
            Disamping khasiat-khasiat dari vitamin A yang telah tersebutkan diatas, masih ada kegunaan dari vitamin A, yaitu sebagai antioksidan. Berbicara masalah antioksidan, pasti orang akan menghubungkan dengan reaksi oksidasi oleh radikal bebas. Apa hubungannya radikal bebas dengan kesehatan tubuh?
            Jelas. Radikal bebas akan bereaksi ( mengoksidasi) lipid, protein, karbohidrat, bahkan DNA dalam tubuh yang lebih lanjut akan mengakibatkan mutasi genetik atau tumbuhnya sel kanker dalam tubuh.
            Dewasa ini, dunia kesehatan telah disibukkan dengan penyakit kanker. Banyak orang yang terlihat sehat, ternyata terkena penyakit mematikan ini. Penyakit ini bisa disebabkan oleh pola makan yang salah. Kita sekarang bisa lihat orang lebih suka makanan-makanan fastfood yang tentu saja sangat beresiko terhadap kesehatan. Gorengan yang minyaknya tidak pernah diganti sehingga dalam minyak itu sudah banyak mengandung radikal bebas yang banyak.
            Jelas sudah kenapa akhir-akhir ini banyak orang yang menderita kanker. Adanya radikal bebas akan memicu sel kanker. Oleh karena itu dibutuhkan suplai anti oksidan yang bisa digunakan untuk mematikan kereaktifan dari radikal bebas sehingga radikal bebas tidak akan bereaksi dengan protein, lipid dan karbohidrat dalam tubuh. 

Setiap hari tubuh kita memproduksi radikal bebas. Selain itu, setiap waktu kita juga terus menerus menghadapi serangan radikal bebas dari luar tubuh. Untuk itu, tubuh harus dilengkapi dengan senjata ampuh penangkal radikal bebas dalam jumlah yang cukup, yaitu: antioksidan.
Antioksidan sebenarnya didefinisikan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang relatif stabil. Tetapi mengenai radikal bebas yang berkaitan dengan penyakit, akan lebih sesuai jika antioksidan didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif.
Vitamin A adalah nutrisi yang paling nyata berkaitan dengan mata sehat. Kekurangan vitamin A dengan cepat dapat mengakibatkan kerusakan pandangan mata pada malam hari yang biasanya disebut "rabun senja". Penyakit ini dapat diobati dengan hati, yang kaya akan vitamin A. Cara lain adalah dengan mengkonsumsi wortel setiap hari. 
Molekul-molekul berpigment dan berwarna cerah yang dikenal sebagai 'carotenoid' (carrot = wortel), dan 'flavonoid' (kelompok senyawa aromatik yang meliputi berbagai pigmen yang terdapat dalam hampir semua buah-buahan dan sayuran). Molekul ini berperan sebagai antioksidan atau pembersih radikal bebas. Molekul ini bisa melindungi lensa maupun retina mata dari pertambahan usia dan kerusakan radikal bebas yang berkaitan dengan lingkungan.
vitamin A dapat memperkuat sistem imuniti termasuk menghancurkan sel kanker, aktiviti natural killer cell, pengeluaran limfosit, fagositosis (hancur bakteria) dan pengeluaran antibodi. Dos yang dicadangkan ialah 20,000 IU/hari dan 50,000 IU/hari selama jangkitan.

A.        Penggolongan Antioksidan

Untuk memenuhi kebutuhan antioksidan dalam tubuh, ada baiknya kita perlu mengenal penggolongan antioksidan. Ada dua macam antioksidan :
1.      Antioksidan endogen adalah antioksidan yang dibuat didalam tubuh dalam bentuk berbagai enzim, misalnya enzim superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase, katalase, dll.
2.      Antioksidan eksogen adalah anioksidan yang diperoleh dari luar tubuh terutama dari makanan yang kita konsumsi. Misalnya vitamin A, C, E dan Selenium.
Kedua jenis antioksidan ini bekerja menghalau radikal bebas dengan mengubah radikal bebas menjadi senyawa yang tak berbahaya. Jadi, antioksidan mampu mencegah radikal bebas merusak sel-sel tubuh.
Antioksidan terbagi menjadi antioksidan enzim dan vitamin. Antioksidan enzim meliputi superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase (GSH.Prx). Antioksidan vitamin lebih populer sebagai antioksidan dibandingkan enzim. Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E), beta karoten dan asam askorbat (vitaminC).
Antioksidan yang berasal dari sumber hewani seperti Udang, ikan salmon, kerang, dll ternyata mengandung senyawa astaxantin  yang tergolong karoten. Menurut para ahli, astaxanthin 1000 kali lebih kuat sebagai antioksidan daripada vitamin E.. Tetapi kandungan astaxanthin terbanyak ada pada sejenis mikroalga, yaitu Haematococos pluvalis. Astaxanthinnya melindungi alga dari perubahan lingkungan seperti tingginya foto oksidasi ultraviolet dan evaporasi. Aktivitas antioksidan ini bekerja melawan lipid peroksida dan bahaya oksidasi LDL kolesterol maupun UV, serta membantu penglihatan, respon kekebalan, reproduksi dan pigmentasi bagi alga. 
 
B.        Beta Karoten (pro-vitamin A) Sebagai Antioksidan
 
Beta karoten adalah salah satu zat antioksidan yang terdapat pada berbagai buah-buahan, seperti wortel, kentang, dan juga peach. Zat antioksidan sangat berguna untuk melawan radikal bebas yang berasal dari zat-zat racun di dalam tubuh.
   Beta karoten merupakan pro-vitamin A yang berguna sebagai antioksidan dengan cara menetralkan oksigen singlet (1O2), mengurangi radikal peroxyl dan menghambat peroksidasi lipid. Beta karoten memiliki aktivitas sebagai antikarsinogenik. Beta karoten dapat menghambat pertumbuhan sel-sel malignant, termasuk sel-sel kanker prostat secara in vitro. Beta karoten melindungi badan dari sel kanker kulit dan tumor payudara. Bertindak sebagai antioksidan yang mencegah kerusakan DNA sel dan stimulasi enzim menghancurkan karsinogen.
Jika tubuh memerlukan vitamin A maka beta karoten di hati akan diubah menjadi vitamin A. Fungsi vitamin A dapat mencegah rabun senja, mempercepat penyembuhan luka dan mempersingkat lamanya sakit campak. Beta karoten tidak akan menjadi toksik jika berlebihan cuma akan menunjukkan perbezaan pada warna kulit. Dos yang dicadangkan ialah 50 mg/hari.

C.        Radikal bebas     
1.  Efek berbahaya radikal bebas
Radikal bebas berperan dalam terjadinya berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan radikal bebas adalah spesi kimia yang memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada timbulnya suatu penyakit, terutama kanker.
Efek oksidatif radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan penuaan dini. Lipid yang seharusnya menjaga kulit agar tetap segar berubah menjadi lipid peroksida karena bereaksi dengan radikal bebas sehingga mempercepat penuaan. Kanker pun disebabkan oleh oksigen reaktif yang intinya memacu zat karsinogenik, sebagai faktor utama kanker. Salah satu dari teori penyebab kanker adalah terjadinya mutasi sifat sel yang diduga disebabkan oleh adanya radikal bebas. Selain itu, oksigen reaktif dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein) yang kemudian menjadi penyebab penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Akibatnya timbullah atherosklerosis atau lebih dikenal dengan penyakit jantung koroner. Di samping itu penurunan suplai darah atau ischemic karena penyumbatan pembuluh darah serta Parkinson.
Tipe radikal bebas turunan oksigen reaktif sangat signifikan dalam tubuh. Oksigen reaktif ini mencakup superoksida (O`2), hidroksil (`OH), peroksil (ROO`), hidrogen peroksida (H2O2), singlet oksigen (O2), oksida nitrit (NO`), peroksinitrit (ONOO`) dan asam hipoklorit (HOCl).
2.    Sumber radikal bebas
Sumber radikal bebas, baik endogenus maupun eksogenus terjadi melalui sederetan mekanisme reaksi. Yang pertama pembentukan awal radikal bebas (inisiasi), lalu perambatan atau terbentuknya radikal baru (propagasi), dan tahap terakhir (terminasi), yaitu pemusnahan atau pengubahan menjadi radikal bebas stabil dan tak reaktif.
a.)    sumber endogenus.
Sumber endogenus dapat melewati autoksidasi, oksidasi enzimatik, fagositosis dalam respirasi, transpor elektron di mitokondria, oksidasi ion-ion logam transisi, atau melalui ischemic. Autoksidasi adalah senyawa yang mengandung ikatan rangkap, hidrogen alilik, benzilik atau tersier yang rentan terhadap oksidasi oleh udara. Contohnya lemak yang memproduksi asam butanoat, berbau tengik setelah bereaksi dengan udara. Oksidasi enzimatik menghasilkan oksidan asam hipoklorit. Di mana sekitar 70-90 % konsumsi O2 oleh sel fagosit diubah menjadi superoksida dan bersama dengan `OH serta HOCl membentuk H2O2 dengan bantuan bakteri. Oksigen dalam sistem transpor elektron menerima 1 elektron membentuk superoksida. Ion logam transisi, yaitu Co dan Fe memfasilitasi produksi singlet oksigen dan pembentukan radikal `OH melalui reaksi Haber-Weiss:
H2O2 + Fe2+ ---> `OH + OH- + Fe3
b.)    sumber eksogenus.
Sedangkan sumber eksogenus radikal bebas yakni berasal dari luar sistem tubuh, diantaranya sinar UV. Sinar UVB merangsang melanosit memproduksi melanin berlebihan dalam kulit, yang tidak hanya membuat kulit lebih gelap, melainkan juga berbintik hitam. Sinar UVA merusak kulit dengan menembus lapisan basal yang menimbulkan kerutan. Sumber lain adalah dari makanan yang kita makan.

           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar