WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Kamis, 14 Juni 2012

Tak kenal maka tak ada cela


 Mungkin dapat juga dikatakan ‘tak kenal maka sempurna’. Itulah salah satu sebab kenapa orang mengagumi orang lain. Bagaimana kita memandang seseorang itu baik hanya pada awal pertemuan??
Ketika intensitas pertemuan menjadi sangat sering, hingga bisa melihat dia setiap saat, disitulah mungkin kekaguman itu menjadi luntur. Menjadikan hari-hari adalah biasa.
Tengoklah, saat kita bertemu seseorang yang terlihat berwibawa, kata-katanya santun, teratur, dan  berilmu, pasti kita akan mengaguminya. Lalu, apakah ia benar menjadi seperti apa yang kita pikirkan??
Tak selalu tepat apa yang kita pikirkan, kita hanya akan mendapat jawaban tentang siapa sebenarnya ia ketika kita telah mengenalinya. Nah, sejak itulah mungkin kita berhenti mengaguminya. “dia sama sepertiku”.
Bisakah orang lain mengagumi kita?? Bisa.
Bisakah orang lain tetap mengagumi kita??
Perlu perubahan mendasar pada diri sebelum melontarkan kata ‘bisa’ pada pertanyaan kedua.

Kunci pertama yang bisa kita pegang adalah, jaga jarak dengan orang disekitar kita. Buat sekitar kita hanya mengenal apa yang perlu mereka kenal tentang kita. Dan cukuplah Allah yang tahu semua keluhkesah kita, tangis kita, derita kita, perbuatan kita. Ceritakanlah hanya pada-Nya.

Kunci kedua adalah keistiqamahan. Istiqamah dengan apa yang mereka kagumi. Pada saat ramai ataupun sepi. Dan apalagi yang orang lain kagumi selain kemuliaan akhlak seseorang.

Ketiga, jangan pernah minta untuk dikagumi orang lain.

Dan, siapa yang telah di daulat memenuhi kriteria itu????

Ya, dialah yang harus kita kagumi pertamakali
Dialah yang harus kita ikuti tindaktanduknya.
Dialah Rasulullah SAW. 

Wa Allahu 'alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar