WELCOME

Manusia tidak diberikan ilmu oleh Allah melainkan hanya sedikit.

Minggu, 15 Juli 2012

RoHS

The Restriction of Hazardous Substances Directive (RoHS) 2002/95/EC adalah sebuah pengarahan yang disepakati pada Februari 2003 oleh negara-negara Uni Eropa. Pengarahan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2006, namun hanya berlaku sebagai pengarahan, tidak sebagai hukum mengikat.
Pengarahan ini pada intinya membatasi penggunaan enam substansi berbahaya di dalam produksi pembuatan berbagai jenis komponen peralatan elektronik.

 RoHS, juga dikenal sebagai Lead-Free, singkatan Pembatasan Hazardous Substances. RoHS, juga dikenal sebagai Directive 2002/95/EC, berasal dari Uni Eropa dan membatasi penggunaan enam bahan berbahaya ditemukan dalam produk listrik dan elektronik. Semua produk yang berlaku di pasar Uni Eropa setelah tanggal 1 Juli 2006 harus lulus kepatuhan RoHS. RoHS berdampak pada seluruh industri elektronik dan produk listrik banyak juga.
Setiap bisnis yang menjual produk listrik atau elektronik yang berlaku, sub-rakitan atau komponen langsung ke negara RoHS, atau menjual kepada reseller, distributor atau integrator yang pada gilirannya menjual produk ke negara-negara ini, dipengaruhi jika mereka memanfaatkan salah satu bahan terbatas.
Petunjuk RoHS saat ini berlaku untuk produk dalam Kategori 1 sampai 7. Kategori 8 dan 9 dibebaskan dari kepatuhan.
RoHS menentukan tingkat maksimum untuk enam bahan berikut yang dibatasi:
  • Timbal (Pb): <1000 ppm
  • Merkuri (Hg): <100 ppm
  • Kadmium (Cd): <100 ppm
  • Kromium heksavalen (Cr VI) <1000 ppm
  • Polychlorinated bifenil (PBB): <1000 ppm
  • Bifenil Diphenyl Ether (PBDE): <1000 ppm
WEEE singkatan dari Limbah dari Peralatan Listrik dan Elektronika. WEEE Directive 2002/96/EC mandat pengobatan, pemulihan dan daur ulang peralatan listrik dan elektronik (90% berakhir di landfill). Semua produk yang berlaku di pasar UE harus lulus kepatuhan WEEE dan membawa "Wheelie Bin" stiker.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar